Info tambahan

Sabtu, 21 Juli 2012

Makalah Benua Asia Korea


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada kehadirat Illahirobbi karena atas anugerahnya jualah akhirnya tugas makalah Geografi yang diperuntukkan untuk memenuhi nilaipelajaran sekolah.
Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya penyusun ucapkan kepada orang tua, Pak Yaya selaku guru mata pelajaran Geografi, serta teman-teman yang telah mendukung da
n membantu dalam penyusunan makalah ini.
Upaya penyusunan makalah ini didasarkan atas harapan penyusun memberikan yang terbaik kepada pihak yang membaca dan penyusun juga berharap agar makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Saran serta masukan ataupun kritik terhadap makalah ini penyusun harapkan agar kekurangan yang ada dapat diperbaiki.



                                                                                                Penyusun











DAFTAR ISI
  Kata Pengantar……………………………………………………………..
  Daftar Isi……………………………………………………………………
  BAB I        Letak
A.     Letak Geografis…………………………………………………
B.        Letak Astronomis……………………………………………….
  BAB II     Kondisi Fisiografis
A.   Kondisi Geologis……………………………………………....
B.   Bentuk Fisiografis……………………………………………..
  BAB III    Kondisi Sosial Ekonomi
A.   Kependudukan…………………………………………………
B.   Kebudayaan……………………………………………………
C.   Perekonomian Utama………………………………………….
  BAB IV   Kerjasama Korea dengan Negara Indonesia
A.   Bidang Sosial………………………………………………….
B.   Bidang Ekonomi………………………………………………
C.   Bidang Politik…………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………..






BAB I
LETAK NEGARA KOREA
1.    Keadaan Alam
b)      Letak Astronomis Korea
33˚06’40” LU sampai 43˚00’39” LU
124˚11’00” BT sampai 131˚52’42” BT
c)      Letak Geografis
Di bagian Timur Laut benua Asia
d)     Batas-Batas Negara
Utara -- RRC
Selatan -- Laut Cina Timur
Barat -- Laut Kuning
Timur -- Laut Jepang

2.    Bentuk Alam
Hampir 70% daerah di Korea merupakan pegunungan, perbukitan , dan dataran tinggi. Dataran tinggi yang terkenal adalah Gaemagowon yang disebut “Roof of Korea” yang terletak di daerah sudut barat laut Korea . Pegunungan yang agak rendah dapat ditemukan di daerah selatan sedangkan daerah pegunungan yang lebih tinggi terdapat di daerah timur dan utara. Dataran rendah dan perairan sungai kebanyakan terletak di daerah barat dan selatan.
Pegunungan-pegunungan tinggi terletak sepanjang jalur pegunungan Taebaek yang terbentang dari utara menuju pantai timur Korea . Beberapa gunung tinggi di jalur pegunungan Taebaek antara lain Nangnimsan (2.014 m), Geumgangsan (1.638 m), Seoraksan (1.708 m), dan Taebaeksan (1.567 m). Ada juga jalur pegunungan Sobaek yang didalamnya terdapat gunung Jirisan (1.915 m).

3.    Iklim dan Vegetasi
Ada empat musim di Korea , yaitu musim semi (pertengahan Maret – akhir bulan April), musim panas (Awal Mei – Agustus), musim gugur (September – Oktober), dan musim dingin (November – Awal Maret).
Temperatur rata-rata Korea adalah 10˚C - 16˚C dimana bulan terpanas jatuh pada bulan Agustus (19˚C - 27˚C) dan bulan terdingin jatuh pada bulan Januari (-8˚C - 7˚C). Curah hujan rata-rata adalah 1.300 mm per tahun di mana hujan paling sering turun pada musim panas.
Menurut studi dari C. B. Lee, ada kira-kira 190 famili, 1.079 genus, 3.130 species, 630 varietas, dan 310 bentuk tumbuhan di Korea. Dengan kata lain, ada lebih dari 4000 jenis tumbuhan yang tumbuh di Korea .

Beberapa Bunga Korea yang Khas



Vegetasi Daerah Panas – Biasanya yang tumbuh adalah tumbuhan berdaun lebar, misalnya Camellia japonica, Cinnamomun camphora, Ardisia pusilla, dan Quercus myrsinaefolia. Vegetasi Daerah “Sedang” (Suhu Normal) – Biasanya yang tumbuh juga tumbuhan berdaun lebar tetapi sedikit berbeda dengan yang daerah panas, misalnya Quercus serrata, Quercus aliena, dan Quercus acutissima. Vegetasi Daerah Dingin – Biasanya yang tumbuh adalah tumbuhan berdaun jarum, misalnya Abies nephrolepis, Larix olegensis, dan Thuja koraiensis.








BAB II
KONDISI FISIOGRAFIS
A.   Kondisi Geologis dan Fisiografis Korea
Luas
 -          Total    223,170 km2 (ke-84 jika digabungkan)
 -          Air (%)            2,8
Penduduk
 -          Perkiraan 2007            72.014.000 (ke-17 jika digabungkan)
 -          Kepadatan       328,48/km2
Mata uang      Won (₩) (U/S)
Zona waktu    KST (UTC+9)
Korea adalah sebuah semenanjung yang di Asia Timur (di antara Tiongkok dan Jepang).Korea terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Korea (Korea Selatan) dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) setelah Perang Dunia II pada tahun 1945.
Korea Selatan kemudian berkembang menjadi negara demokratis sementara Korea Utara berhaluan komunis. Bendera Persatuan Korea sering digunakan untuk merepresentasikan Korea pada ajang olahraga internasional, namun bendera tersebut bukan merupakan bendera resmi kedua negara
Korea terletak di semenanjung Korea di Asia timur laut.Di barat lautnya ia dipisahkan Sungai Amnok (Yalu) dengan Republik Rakyat Cina. Sungai Duman di timur lautnya memisahkan Korea dengan Rusia dan RRT. Beberapa pulau-pulau penting antara lain Jeju, Ganghwa, Ulleung, Dokdo, Jindo, Geoje, dan sebagainya.
Bagian selatan dan barat Korea adalah dataran rendah dan sebelah timur dan utara memanjang rangkaian pegunungan Baekdu Daegan sepanjang semenanjung. Dataran tinggi Gaema berada di wilayah Korea Utara dan merupakan produk vulkanis dari zaman meszoikum. Titik-titik tertinggi termasuk Gunung Baekdu (2774), Sobaeksan (2184 m), Jirisan (1915), Baeksan (1724), Geumgangsan (1638), Seoraksan (1708), Taebaeksan (1564) dan sebagainya. Beberapa gunung lebih rendah berada tegak lurus dengan jaringan Baekdu Daegan, sebagian besar berkembang di garis tektonik dari zaman mesozoikum, dan pada dasarnya mengarah ke barat laut.
Tidak seperti pegunungan yang lebih tua di daratan semenanjung, banyak pulau-pulau penting dibentuk oleh aktivis vulkanik zaman cenozoikum. Jeju yang terletak di pesisir selatan adalah pulau vulkanik besar dengan puncak Hallasan (1950 m). Ulleung-do dan Dokdo di laut timur terdiri dari batuan felsik dan berusia lebih muda.
Karena daerah pegunungan sebagian besar terletak di sebelah timur semenanjung, sungai-sungai utama cenderung mengalir ke sebelah barat dan selatan. Di barat mengalir sungai Amnok, Chŏngchŏn, Daedong, Hangang, Geum, Yeongsan, Nakdong, Seomjin dan sebagainya. Sungai-sungai ini memiliki dataran banjir yang luas dan menyediakan tanah yang subur untuk pertanian.
B.   Geografi Korea
Geografi Korea adalah geografi negeri Korea yang terletak di Asia Timur yang memiliki luas wilayah 221.925 km². Korea memiliki panjang garis pantai 173.000 km dan 3000 buah pulau. Semenanjung Korea berbatasan dengan Manchuria (Republik Rakyat Cina) dan Propinsi Maritim Rusia di sebelah utara. Di sebelah timur, barat dan selatan, Korea dikelilingi lautan. Di sebelah barat, Laut Kuning memisahkannya dengan Cina. Di sebelah selatan terbentang kepulauan Jepang yang mengelilingi Korea.
Walaupun luas Korea hanya separuh daripada negara bagian Kalifornia di Amerika Serikat, populasi Korea Selatan yang 50 juta jiwa jika digabungkan dengan jumlah penduduk Korea Utara maka akan menjadi 70 juta jiwa. Hanya sekitar 20 persen wilayah Korea yang bisa ditanami, namun tanahnya subur dan iklimnya menguntungkan.
C.   Bentang alam
Baekdusan, gunung tertinggi di Semenanjung Korea.Korea memiliki 6 dataran utama, yakni Dataran Barat Laut, Pegunungan Utara, Dataran Rendah Pesisir Timur, Pegunungan Tengah, Dataran Selatan dan Dataran Barat Daya.
Dataran Barat Laut: terbentang di pesisir barat Korea bagian utara. Dataran Barat Laut memiliki bentang alam yang datar dan menjadi konsentrasi wilayah pertanian Korea Utara. Selain itu, daerah ini juga menjadi pusat perindustrian utama dan kota Pyongyang berada di wilayah ini. Dataran Barat Laut merupakan daerah setengah populasi Korea Utara tinggal.
Pegunungan Utara: adalah daerah yang bersisian dengan Dataran Rendah Barat Laut. Pegunungan ini mencakup hampir sebagian besar wilayah Korea Utara dan masih tertutup hutan lebat. Wilayah ini juga merupakan sumber mineral dan hasil hutan
Baekdusan (Gunung Baekdu), gunung tertinggi di Korea, berada di jajaran Pegunungan Utara dengan tinggi 2.744 meter dari permukaan laut. Gunung Baekdu berada di perbatasan antara Korea Utara dengan Republik Rakyat Cina. Sedangkan, Sungai Yalu, sungai terpanjang di Korea, mengalir dari pegunungan ini ke arah barat menuju Laut Kuning dengan panjang 789 km. Sungai Duman mengalir menuju Laut Timur dan menjadi batas alam dengan Republik Rakyat Cina. Wilayah pegunungan ini memiliki populasi yang jarang.
            Dataran Rendah Pesisir Timur: melingkupi hampir separuh pesisir timur Korea Utara. Wilayah ini terdiri atas dataran rendah yang sempit di antara Pegunungan Utara dan Laut Jepang. Penduduk di daerah ini sebagian besar bekerja sebagai petani, nelayan dan pekerja di pabrik-pabrik.
            Pegunungan Tengah: rangkaian ini memanjang dari bagian selatan Korea Utara dan berbaris di sepanjang bagian tengah dan timur Korea Selatan. Sekitar ¼ populasi Korea Selatan yang tinggal di wilayah ini sebagian besar bekerja sebagai petani dan nelayan. Lahan pertanian tersebar di lembah-lembah sungai, sisi perbukitan dan pesisir. Wilayah pegunungan tengah sebagian besarnya masih diselimuti hutan.
            Dataran Selatan: melingkupi keseluruhan wilayah pesisir selatan Korea Selatan. Daerah ini terdiri atas lahan-lahan pertanian penting dan meliputi dataran-dataran rendah yang dipisihakan oleh bukit-bukit rendah. Pusat perindustrian terpenting di wilayah ini adalah kota Busan, kota terbesar kedua di Korea Selatan. Di wilayah ini mengalir Sungai Nakdong (532 km) yang bermuara ke Selat Korea.
            Dataran Barat Daya: melingkupi sebagian besar wilayah pesisir sebelah barat Korea Selatan. Wilayah yang merupakan konsentrasi setengah populasi Korea Selatan ini terdiri atas dataran rendah dan bukit-bukit. Dataran ini umumnya adalah lahan pertanian dan daerah industri penting. Sungai utama yang mengaliri dataran ini adalah Sungai Han, yang berhulu dari pegunungan timur dan bermuara ke Laut Kuning.

D.   Iklim
Terdapat 4 jenis musim yang berbeda, yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.Suhu rata-rata musim dingin adalah sedikit di bawah -3° di wilayah selatan dan 11° di utara. Musim semi dan musim gugur lebih singkat dan musim panas membawa hujan lebat. Musim dingin membawa massa air dingin dari Siberia dengan hujan salju.
1.     Geografi Korea Selatan
Korea Utara merupakan satu-satunya negara yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan, dengan panjang perbatasan 238 km yang ditetapkan dengan DMZ (Garis Demarkasi Militer). Wilayahnya sebagian besar dikelilingi perairan dan memiliki panjang garis pantai 2.413 km. Sebelah barat dibatasi oleh Laut Kuning, sebelah selatan dengan Laut Cina Timur, sementara sebelah timur berbatasan dengan perairan Laut Jepang. Luas wilayah daratan keseluruhan adalah 100.032 km² dan luas perairan hanya 290 km².
Korea Selatan memiliki banyak pulau-pulau kecil di lepas pantai perairannya. Pulau terbesar adalah Jeju-do, yang terletak pada bagian selatan semenanjung dengan luas 1.825 km². Pulau penting lainnya adalah Ulleung di Laut Jepang dan Ganghwa di perairan sebelah barat. Walau sebagian besar pesisirnya memiliki garis yang rata, pantai selatan dan baratnya berteluk-teluk dan mempunyai dataran berlumpur yang luas.
Gunung tertinggi di Korea Selatan adalah Hallasan (1.950 m), berada di Pulau Jeju. Terdapat 3 rangkaian pegunungan utama di Korea Selatan, yakni Taebaek, Sobaek dan Jiri.
Hanya 30 % daratan Korea Selatan yang merupakan dataran rendah, karena sebagian besar wilayahnya adalah dataran tinggi dan pegunungan. Dataran rendah sebagian besar terletak di pesisir barat dan di lembah-lembah sungai utama. Dataran rendah yang terpenting adalah dataran rendah Sungai Han yang mencakup DKI Seoul, dataran rendah Pyeongtaek di pesisir barat, Lembah Sungai Geum, Lembah Sungai Nakdong, dataran Yeongsan dan Honam di barat daya. Dataran rendah di pesisir timur lebih sempit.
Sungai Nakdong adalah sungai terpanjang, yakni 521 km. Sungai Han yang mengalir melewati Seoul panjangnya adalah 514 km. Sungai penting lainnya adalah Sungai Geum, panjangnya 401 km, Sungai Imjin dan Bukhan yang berhulu dari Korea Utara, serta Sungai Seomjin. Sungai-sungai besar utamanya mengalir dari utara ke arah selatan atau dari timur ke barat.
Iklim
Korea Selatan beriklim sedang karena berada dalam kawasan curah hujan Asia Timur. Pengaruh masa udara dari dataran Asia lebih besar terhadap cuaca di Korea Selatan dibanding pengaruh dari Samudera Pasifik. Musim dingin berlangsung 3 bulan dengan kondisi cuaca kering. Sementara musim panas singkat, namun sangat panas, basah dan lembap. Cuaca terbaik muncul pada musim semi dan musim gugur. Di DKI Seoul suhu rata-rata bulan Januari adalah −5 °C sampai −2,5 °C; di bulan Juli berkisar dari 22.5 °C sampai 25 °C. Pulau Jeju yang terletak pada bagian paling selatan, menerima iklim yang lebih hangat daripada daratan utama, berkisar dari 2,5 °C di bulan Januari dan 25 °C pada bulan Juli.
Walau Korea Selatan kurang rentan terhadap taifun (Bahasa Korea:태풍, taepung) dibanding Jepang, Taiwan, pesisir timur Cina ataupun Filipina, imbasnya bisa berakibat besar. Setiap tahunnya terdapat 1 sampai 3 buah taifun yang bergerak ke semenanjung. Taifun biasanya menyerang pada akhir musim panas dan membawa curah hujan yang sangat tinggi. Taifun memicu banjir dan tanah longsor di berbagai tempat di Korea Selatan.
Salah satu taifun besar yang menghantam daratan Korea adalah Taifun Nabi (Jolina) pada tanggal 8 September 2005 dengan korban tewas 8 orang.

2.     Geografi Korea Utara
Koordinat: 40°00′N 127°00′E
Korea Utara terletak di Asia Timur di wilayah utara Semenanjung Korea. Korea Utara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina yang dipisahkan oleh Sungai Amnok, dengan Rusia oleh Sungai Duman serta Korea selatan oleh Zona Demiliterisasi Korea (DMZ). Laut Kuning berada di sebelah barat dan Laut Jepang di sebelah timur.
Luas wilayahnya adalah 120,540 km² yang terdiri dari 120,410 km² wilayah daratan dan 130 km² wilayah perairan. Panjang perbatasan keseluruhan adalah 1673 km, dengan panjang 1416 km berbatasan dengan Republik Rakyat Cina, 238 km dengan Korea Selatan dan 19 km dengan Rusia.
Korea Utara mempunyai garis pantai yang tidak rata (berteluk-teluk) sepanjang 2495 km.Titik elevasi ekstrem Korea Utara adalah sebagai berikut:
    Titik terendah: Laut Jepang 0 m dpl
    Titik tertinggi: Gunung Baekdu (Paektusan) 2744 m
Sekitar 80 persen daratan Korea Utara adalah dataran tinggi dan pegunungan dan seluruh titik di atas 2000 meter di semenanjung berada di wilayahnya. Konsentrasi penduduk berada di daerah dataran rendah.
Gunung Baekdu yang merupakan titik tertinggi, adalah sebuah gunung berapi dengan kawah lebar yang berbatasan dengan RRC. Rangkaian Hamgyong tersusun sampai ke bagian timur semenanjung dan mempunyai puncak-puncak tinggi seperti Gunung Gwanmo (1756 m). Rangkaian lain yang membentuk daratan Korea Utara adalah Pegunungan Rangrim yang memisahkan dataran rendah di sebelah barat dan timur, Rangkaian Kangnam di perbatasan dengan RRC, serta Rangkaian Taebaek yang membentang sampai Korea Selatan. Puncak tertinggi Rangkaian Taebaek adalah Gunung Kumgang (1638 m).
Dataran rendah persentasenya sangat kecil. Dataran rendah Pyongyang dan Chaeryong di sebelah barat memiliki luas 500 km persegi, sementara di sebelah timur semenanjung lebih sempit.
Pegunungan di bagian utara dan barat wilayah Korea Utara merupakan mata air bagi sungai-sungai penting, yang mengalir ke wilayah barat dan timur. Di sebelah barat, sungai-sungai utama bermuara ke Teluk Korea dan Laut Kuning. Sungai terpanjang adalah Sungai Amnok, membatasi wilayah RRC dan bisa dilayari sepanjang 678 dari 790 km panjangnya. Sungai Duman adalah sungai terpanjang ke-2 dengan aliran 521 km ke Laut Jepang. Sungai Duman hanya bisa dilayari sepanjang 85 km karena topografi yang bergunung-gunung. Sungai Taedong yang mengalir melewati kota Pyongyang panjangnya adalah 394 km adalah sungai terpanjang ke-3, mengalir ke Laut Kuning.
Sungai Han adalah sebuah sungai di Korea Selatan yang terbentuk akibat pertemuan dari Sungai Namhan (Sungai Han Selatan), yang bermata air di Gunung Daedeok, dan Sungai Bukhan (Sungai Han Utara), yang berhulu dari lembah Gunung Geumgang di Korea Utara. Sungai Han mengalir melewati Seoul dan bergabung dengan Sungai Imjin sebelum bermuara ke Laut Kuning.
Total panjang dari Sungai Han adalah 514 km. Walaupun tidak begitu panjang, maka ujung Sungai Han, lebar alirannya sangat luas. Di Seoul, lebarnya adalah lebih dari 1 km. Sebelum pembangunan sejumlah dam, sungai ini dikenal memiliki debit air yang sangat besar (rasio antara jumlah arus maksimum dan minimum ) yakni 1:390. (Sebagai perbandingan, Sungai Thames dan Rhine masing-masing memiliki koefisien 1:8 dan 1:18)
Sungai Han dan sekitarnya memainkan peranan penting dalam sejarah Korea. Tiga Kerajaan Korea bersaing untuk menguasai wilayah lembah sungai Han, di mana sungai ini digunakan sebagai rute perdagangan ke Tiongkok (melalui Laut Kuning). Namun, sungai tidak lagi aktif digunakan untuk navigasi, karena muaranya terletak di dalam perbatasan kedua negara Korea, sehingga masyarakat umum dilarang untuk memasukinya.
Gunung Seorak adalah puncak tertinggi dari Rangkaian Pegunungan Taebaek (태백산맥), terletak di propinsi Gangwon, sebelah timur Korea Selatan. Gunung Seorak disebut juga Seolsan atau Seolbongsan. Dinamakan Seorak (雪嶽; "Gunung Salju") karena salju yang turun di sini tahan lama atau gunung-gunungnya berwarna putih seperti salju.
Gunung Seorak merupakan gunung tertinggi ke-3 di Korea Selatan setelah Gunung Halla di Pulau Jeju dan Gunung Jiri di Gyeongsang Selatan. Dari 30 buah puncaknya, yang tertinggi adalah Daecheongbong (대청봉) (1.708 m). Bagian utama kawasan ini tersusun atas granit dan gneiss yang membentuk pegunungan berbatu-batu.
Bukhansan, atau Gunung Bukhan, adalah sebuah gunung yang terletak di sebelah utara kota Seoul, Korea Selatan. Beberapa bagian penting kota Seoul dibatasi oleh Bukhansan, yang merupakan sebuah tempat yang mudah dilihat dari sebagian wilayah di kota ini.
Gunung ini tingginya 836.5 meter di atas permukaan laut. Nama Bukhansan berarti "Gunung Han Utara," merujuk pada letaknya yang berada di sebelah utara sungai Han. Gunung ini juga merupakan tanda batas utara wilayah Seoul di zaman Joseon.
Bukhansan, serta Taman Nasional Bukhansan yang merupakan bagiannya, merupakan daya tarik terkenal wisatawan di daerah Seoul. Gunung ini terkenal sebagai salah satu tujuan yang disukai untuk melihat burung atau untuk melakukan hiking di wilayah metropolitan Seoul.
Heaven Lake atau Danau Surga (Chonji dalam bahasa Korea; Tianchi dalam bahasa Cina) adalah sebuah danau kawah di perbatasan antara Cina dan Korea Utara. Diklaim sebagai danau terindah di dunia walaupun mungkin julukan danau surge diberikan karena berada ditempat yang tinggi. Danau itu terletak dalam kaldera di puncak vulkanik Gunung Baekdu, bagian dari pegunungan Baekdudaegan dan pegunungan Changbai. Danau ini sebagian terletak di Provinsi Ryanggang, Korea Utara, pada 42,006 128,057 ° N E °, dan sebagian di Provinsi Jilin, Cina timur laut.Pada ketinggian 2,189.1 m (7182 ft), Heaven Lake adalah danau kawah tertinggi di dunia, menurut Guinness Book of World Records. Danau ini meliputi area seluas 9,82 km ² (3,79 mil ²) dengan panjang utara-selatan 4,85 km (3,01 mil) dan panjang timur-barat 3,35 kilometer (2,08 mil). Kedalaman rata-rata danau ini adalah 213 m (699 kaki) dan kedalaman maksimum 384 m (1.260 kaki). Dari pertengahan Oktober sampai pertengahan Juni, Chonji tertutup dengan es.












BAB III
Kondisi Sosial Ekonomi Korea
A.   Kependudukan Korea
Bangsa Korea tergolong ras kulit kuning (Mongoloid). Kombinasi populasi Korea adalah 73 juta jiwa (2007). Komposisi suku bangsanya merupakan yang paling homogen di dunia, yakni bangsa Korea yang berbicara dalam bahasa Korea. Namun demikian jumlah orang asing telah meningkat pesat, terutama di Korea Selatan, yang mencapai 1 juta orang. Populasi warga asing di Korea terbesar adalah etnis Tionghoa (sampai Agustus 2007 mencapai 440 ribu jiwa) lalu orang Jepang, warga Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah dan sebagainya. Sejumlah kecil komunitas Jepang dan Tionghoa tinggal di Korea Utara.
Terdapat lebih dari 6 juta warga Korea di seluruh dunia pada tahun 2005. Mereka sebagian besar telah menjadi warga negara tetap yang bersangkutan karena imigrasi yang sejak lama, contohnya seperti warga Korea di Republik Rakyat Cina (Chaoxianzhu), Amerika Serikat (Korea-Amerika), Jepang (Zainichi Kankoku), Jermn (Korea-Jerman), Rusia dan Asia Tengah (Koryo Saram), Brazil (Korea-Brazil) dan sebagainya.
Jumlah orang asing yang tinggal di Korea juga terus meningkat sejak akhir abad 20, terutama di Korea Selatan, di mana lebih dari 1 juta asing saat ini berada. Diperkirakan bahwa hanya 26.700 dari masyarakat Tionghoa tua sekarang tetap di Korea Selatan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, imigrasi dari daratan Cina telah meningkat;.. 624.994 orang kebangsaan Cina berimigrasi ke Korea Selatan , termasuk 443.566 keturunan etnis Korea Masyarakat kecil etnis Cina dan Jepang juga ditemukan di Korea Utara.
B.     Ras / Etnis
Penduduk Korea adalah suatu masyarakat yang berasal dari satu etnis yang sama. Menurut penelitian, penduduk Korea berasal dari etnis Tungusik yang merupakan keturunan dari orang Mongol yang bermigrasi ke Peninsula Korea dari Asia Tengah pada zaman dahulu.
C.     Statistika Penduduk
Jumlah penduduk Korea Selatan jauh lebih banyak dibandingkan Korea Utara karena perbedaan luas yang cukup besar. Jumlah penduduk Korea Selatan adalah sekitar 48.289.037 jiwa (menurut statistika 2002) sedangkan jumlah penduduk Korea Utara adalah 22.224.195 jiwa (menurut statistika 2002). Hal ini menyebabkan perbedaan kebijakan penduduk di negara tersebut. Di Korea Utara, setiap keluarga dianjurkan untuk memiliki keluarga yang cukup besar (lebih kurang tiga orang anak tiap keluarga) sedangkan di Korea Selatan setiap keluarga diharus maksimal memiliki satu anak. Jumlah anak yang berlebihan di Korea Selatan akan dikenakan pajak yang sangat tinggi. Tingkat pertumbuhan penduduk Korea per tahun pada saat ini adalah 0,6% dan diperkirakan akan turun menjadi 0,06% pada tahun 2020.

D.    Mata Pencaharian Penduduk


Dari grafik diatas, dapat disimpulkan bahwa:
Mata Pencaharian “Primer” (hijau) sepeti agrikultur, perkebunan, dan perikanan merupakan mata pencaharian utama pada tahun 1960-an tetapi waktu ke waktu terus berkurang sehingga pada saat ini merupakan mata pencaharian yang paling tidak popular.
Mata Pencaharian “Sekunder” (Merah) sepeti pertambangan dan manufaktur pada awalnya kurang digemari penduduk tetapi pada tahun 1990 sektor ini meningkat. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya jumlah pekerja di sector ini menurun sedikit demi sedikit.
Mata Pencaharian “Tersier” (Biru) seperti pelayanan dan jasa pada awalnya cukup banyak pekerjanya. Sampai saat ini, sektor ini lah yang paling banyak dipenuhi oleh pekerja-pekerja Korea .

Hasil-Hasil Produksi Korea
Dari bidang agrikultur (total produksi tahun 2001)
1. Beras (5.515.000 ton)
2. Gandum (272.000 ton)
3. Kacang Kedelai (140.000 ton)
4. Kentang (205.000 ton)

Dari bidang peternakan (total produksi tahun 2001)
1. Sapi (untuk daging) (1.406.000 ekor)
2. Sapi (untuk susu) (548.000 ekor)
3. Ayam (102.393.000 ekor)
4. Babi (8.720.000 ekor)

Hasil Tambang Utama, antara lain batubara, bijih besi, tembaga, timbel, seng, tungsten, emas, grafit, fosfat, perak, dan tembaga.
Hasil Industri Utama, antara lain besi dan baja, pengolahan makanan, tekstil, perikanan, mesin listrik, traktor dan sarana pertanian lain, semen, mesin pertambangan, mineral, kimia, mesin diesel, ban karet, sepatu, kertas, gelas, dan kayu lapis.
Ekspor Utama, antara lain baja, produk pertanian, mineral, kimia, pakaian, kayu lapis, barang elektronik, dan tekstil. Impor Utama, antara lain bahan bakar.
E.    KULTUR KOREA
        
Korea Utara dan Korea Selatan adalah dua negara dengan satu akar budaya yang dipisahkan oleh keadaan politik. Bentuk pemerintahan Korea Utara adalah Republik Rakyat Demokrat yang lebih bersifat komunis dan otoriter, sedangkan Korea Selatan yang memiliki bentuk pemerintahan Republik cenderung lebih liberal. Dua negara ini berbatasan langsung dengan Cina dan Jepang.
Korea merupakan negara sub-tropis yang memiliki 4 musim. Musim semi dimulai sejak bulan Maret hingga Mei. Pada bulan April, Korea memasuki musim semi dan dibulan Mei cuaca mulai nyaman dengan suhu sekitar 16-19o C. Sekitar 3 minggu di antara bulan Juni dan Juli, hujan sering turun dan periode ini disebut ‘Jangma’. Bila periode ini berakhir, tandanya musim panas dimulai. Bulan paling panas adalah bulan Agustus dengan suhu udara sekitar 23-27o C. September-Oktober menjadi awal musim gugur dan bulan November cuaca semakin dingin. Salju pertama turun di bulan Desember, musim paling dingin terjadi di bulan Januari dengan suhu sekitar -6o C dan musim salju berlangsung hingga Februari.
F.    Suku Bangsa
Bangsa Korea atau Orang Korea adalah salah satu suku bangsa besar yang mendiami wilayah Asia Timur. Sebagian besar orang Korea tinggal di Semenanjung Korea. Orang Korea Selatan menyebut rakyat mereka Hangukin (한국인) atau sederhananya 한인/ Han in untuk orang Korea Selatan yang tinggal di luar negeri atau Hanguk saram (한국 사람). Sedangkan rakyat Korea Utara menyebut orang mereka dengan Chosŏn in atau Chosŏn saram (조선 사람) Choson artinya Negeri setenang pagi hari.
Orang Korea dipercaya merupakan keturunan ras Altaik atau proto-Altaik yang masih berkaitan dengan orang Mongol, Tungusik dan orang Turkik serta banyak suku dari Asia Tengah yang lain. Bukti arkeologi menduga bangsa Korea tua (Proto Korea) adalah para pendatang Altaik dari Siberia Tenggara (sekarang wilayah Rusia) yang datang berturut-turut di masa peralihan dari zaman neolitik (zaman batu baru) menuju zaman perunggu.
Walaupun selama waktu yang lama sejak masa prasejarah bangsa Korea telah banyak bercampur dengan bangsa lain di Asia Timur, sebagian besar orang Korea memiliki bukti dari asal mereka sebagai bangsa Altai, postur tubuh yang tinggi, hidung yang mancung, tulang pipi yang tinggi dan adanya bintik mongol, yaitu tanda genetik kebiru-biruan pada bagian bawah tubuh yang tersisa hanya pada masa kanak-kanak.
G.  Bahasa
Hangeul merupakan sebuah sistem simbol yang dirancang oleh Raja Sejong (1397-1450) dari Dinasti Joseon sebagai abjad bahasa Korea. Saat pertama kali Raja Sejong menyusun Hangeul, abjad ini terdiri dari 28 karakter, yaitu 17 konsonan dan 11 vokal. Huruf vokalnya dibuat berdasarkan filosofi “Tiga Komponen Dasar Kehidupan”, yaitu Surga, Bumi dan Manusia. Saat ini, huruf yang lazim digunakan terdiri dari 40 karakter, yaitu 10 vokal tunggal, 11 vokal ganda, 14 konsonan tunggal dan 5 konsonan ganda. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia.
Dalam bahasa Korea terdapat dua sistem penulisan angka (bilangan), yaitu Korea asli dan Sino Korea. Bilangan Sino Korea diambil dari sistem angka Cina dan dipakai untuk menyatakan tahun, bulan, hari, menit dan lain-lain. Sedangkan bilangan korea asli digunakan untuk penghitungan objek yang jumlahnya kurang hingga 99 karena bilangan korea asli hanya sampai angka 99, jika lebih dari 99, maka sino korea akan digunakan. Bilangan korea asli biasanya dipakai untuk menyatakan jumlah orang, jam, umur, buku, dan lain-lain.
H.  Kehidupan
Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi memengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.
Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini.
Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga.
Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.
Orang-orang Korea suka mengadakan pesta selamatan rumah baru, baik oleh orang yang baru pindah atau bagi pasangan yang baru menikah. Pesta ini dinaman Jibdeuri. Mereka biasa mengundang saudara, teman dekat dan sejumlah tetangga ke rumah baru tersebut . Para tamu biasanya membawa tisu toilet, sabun deterjen dan korek api. Alasannya yaitu :
Tisu toilet melambangkan bahwa segala sesuatu akan berjalan mulus seperti tisu toilet yang larut dalam air.
Sabun deterjen melambangkan harapan agar tuan rumah dilimpahi uang sebanyak busa sabun deterjen.
Korek api melambangkan harapan agar tuan rumah cepat kaya seperti cepatnya api menyala.
Taman korea adalah bentuk atau rancangan taman tradisional khas Korea. Walau taman Korea amat dipengaruhi konsep taman Tiongkok, rancang bangunnya memiliki keunikan tersendiri.
Karakterisitik taman Korea adalah kesederhanaan, alami dan tidak dipaksakan untuk mengikuti suatu aturan khusus. Dibanding taman Tiongkok dan taman Jepang yang memiliki banyak elemen pelengkap karena konsep mengimitasikan pemandangan asli, taman Korea mungkin lebih tampak kurang akan unsur pelengkap.
Taman Korea sangat mencolok dan sederhana karena selalu terdapat kolam teratai dengan bangunan paviliun di dekatnya. Kolam dihubungkan dengan aliran alami yang bagi orang Korea sangat indah untuk dipandang.
Taman-taman yang terkenal:
Poseokjong dan Anapji, taman dari Silla, terletak di Gyeongju
Huwon, yang berada di dalam kompleks istana Changdeok di Seoul

Kebiasaan
Orang-orang Korea biasa memberikan salam saat perkenalan, sebelum makan, sesudah makan, ketika berpamitan, ketika akan tidur dan lain-lain, dengan cara menganggukkan kepala dan sedikit membungkukkan badan. Kepala ditundukkan sekitar 30 sampai 60 derajat selama 2 hingga 3 detik. Ini dilakukan ketika menyampaikan salam hormat kepada orang yang lebih tua atau dituakan. Semakin dalam kita menundukkan kepala, berarti salam yang kita sampaikan semakin hormat. Ungkapan maaf juga biasanya disertai gerakan menundukkan kepala.
Ketika pertama kali berkenalan, orang-orang korea akan memberikan tambahan panggilan ‘ssi’, yang artinya saudara/saudari agar terdengar lebih sopan. Untuk panggilan kepada orang yang lebih tua, biasanya digunakan panggilan ‘seonsaengnim’ yang artinya guru.
Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya.
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang.
Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan "complete food session".
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan sendok pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.



Pakaian Tradisional
Pakaian tradisional Korea disebut Hanbok (Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok untuk wanita (Chima).
Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin.
Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan digunakan hanbok yang bernama Hwarot atau upacara kematian.
Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan.
Kuliner
      
Bentuk kuliner Korea dipengaruhi oleh kebudayaan pertanian mereka. Makanan pokoknya adalah beras. Hasil utama pertanian rakyat Korea adalah beras , gandum dan kacang-kacangan. Hasil laut pun melimpah seperti ikan, cumi-cumi dan udang, sebab Korea dikelilingi 3 lautan.
Kuliner Korea sebagian besar dibentuk dari hasil fermentasi yang sudah berkembang sejak lama. Contohnya adalah kimchi dan doenjang. Makanan fermentasi sangat berguna dalam menyediakan protein dan vitamin ketika musim dingin.
Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dihidangkan untuk acara-acara spesial,) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan suatu acara dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.
Beberapa menu makanan dikembangkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa khusus seperti festival atau upacara seperti ulang tahun anak yang ke-100 hari, ulang tahun pertama, perkawinan, ulangtahun ke-60, upacara pemakaman dan sebagainya. Pada peristiwa-peristiwa ini selalu dijumpai kue-kue beras yang berwarna-warni.Makanan kuil berbeda dari makanan biasanya karena melarang penggunaan 5 jenis bumbu yang biasa dipakai seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang, rocambole (sejenis bawang), bawang perai, jahe serta daging.
Makanan kerajaan (surangsang) saat ini sangat terkenal karena sudah dapat dinikmati seluruh lapisan rakyat.
Teh juga sangat akrab dengan orang Korea. Teh diperkenalkan di Korea dari Tiongkok sejak lebih dari 2000 tahun lalu ketika agama Budha disebarkan. Teh digunakan dalam upacara-upacara persembahan. Bentuk kebudayaan teh bangsa Korea terukir dalam upacara teh Korea (Dado).
Festival

 
Negeri Ginseng Korea sangat menghargai pentingnya menjaga kekayaan budaya dan sejarah lewat berbagai festival yang diselenggarakan sepanjang tahun. Festival-festival ini menampilkan kecantikan Korea yang paham betul akan nilai warisan sejarah dan budayanya. Festival-festival ini menjadi atraksi turis dan sangat layak untuk dikunjungi dalam perjalanan ke Korea.
Banyaknya festival yang digelar di Korea sepanjang tahun, ini dikarenakan Kalender Korea didasarkan pada kalender lunisolar. Dan banyak peristiwa yang diperingati setiap tahunnya.
Kalender Korea dibagi dalam 24 titik putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival, upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender lunisolar.
Festival besar di korea, yaitu :
Seollal,imleknya Korea yang jatuh tepat bersamaan dengan tahun baru Imlek di bulan Januari atau Februari.
Daeboreum, festival bulan purnama pertama
Dano, festival musim semi
Chuseok, festival panen raya atau festival kue bulan
Ada juga Festival yang diadakan setiap tahun di beberapa tempat di Korea, yaitu :
Festival Lumpur Boryeong yang diadakan setiap   bulan Juli di Pantai Daecheon.
Selama festival, turis dari berbagai belahan dunia datang ke Pantai Daecheon untuk menonton sebuah festival unik, merayakan khasiat lumpur Boryeong. Para pengunjung bisa berpartisipasi dalam beberapa aktivitas seperti gulat lumpur, meluncur di atas lumpur, berenang di kolam besar berisi lumpur, dan bersenang-senang. Pada malam hari, keramaian pindah ke arah pantai. Lengkap dengan musik dan kembang api, menjadikannya sebuah festival menyenangkan dan ramah keluarga.

Festival Ginseng, diadakan setiap bulan September di Kabupaten Goumsan.
Festival Ginseng, atau Geumsan Insam, adalah festival utama di Kabupaten Geumsan, Provinsi Chuncheongnam-do. Kabupaten ini adalah produsen terbesar ginseng di Korea, dan festival ini sengaja diadakan untuk mempromosikan manfaat ginseng Geumsan. Di sana terdapat juga beberapa pameran yang berhubungan dengan ginseng, penampilan musik rakyat, kontes menyanyi dan menari, dan pameran khusus untuk perdagangan ginseng internasional dan turis asing.
Festival Tari Topeng Andong diadakan setiap akhir Septemberdi Hahoe.
Festival Tari Topeng Andong adalah yang terbesar di Hahoe, biasanya diselenggarakan akhir September atau awal Oktober. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan dari kelompok tari Korea atau internasional yang mengangkat tema cerita rakyat tradisional. Tema festival berpusat pada tari-tari topeng yang tujuannya menenangkan mahluk-mahluk gelisah di sekitar Hahoe. Kini, festival ini bukan hanya menampilkan berbagai tari topeng tradisional Korea, tapi juga tari-tari tradisional dari seluruh dunia.
Festival Lampion Jinju Namgang diadakan pada bulan Oktober di kawasan pinggir sungai Namgang.Parade lampion dengan warna-warna luar biasa memenuhi sungai Namgang, tepat di seberang Benteng Jinjuseong dan Paviliun Chokseongnu. Festival ini berawal dari pertempuran Jinjuseong pada masa paling menderita dari invasi Jepang, sebelum kemudian berubah menjadi Festival Lampion. Pemandangan spektakuler lampion yang berderet mengambang di sepanjang sungai dan atraksi kembang api membuat festival ini populer di seluruh negeri.
Musik
Pertunjukkan musik tradisional Korea mementingkan improvisasi, berjalan terus-menerus, serta sedikit jeda dalam setiap pertunjukkannya.Pansori contohnya, dapat berlangsung sampai lebih dari 8 jam dengan hanya satu penyanyi.
Kontras dengan perbedaan alunan musik barat, sebagian besar pertunjukkan musik tradisonal Korea dimulai dari gerakan (alunan) yang paling lambat sampai paling cepat.
Musik Istana, Jeongak, pada zaman dahulu dipentaskan oleh masyarakat kelas atas. Jeongak dimainkan dengan sangat lambat, dengan hanya satu ketukan dalam setiap 3 detik. Ketukan ini diselaraskan dengan kecepatan nafas, sehingga berasa statis (monoton). Alat musik yang digunakan dalam pementasan Jeongak dibuat dari bahan alam, sehingga suaranya lembut dan tenang. Hampir semua alat musik tiup dibuat dari bambu, sedangkan alat musik petik memiliki senar yang dibuat dari sutra.
Pungmul adalah jenis musik rakyat Korea yang kencang dan ekspresif. Pungmul dikategorikan dalam jenis minsogak atau musik rakyat kebanyakan.
Alat musik tradisional Korea dapat dibagi menjadi alat musik tiup, petik (memiliki senar), dan perkusi. Beberapa jenis alat musik tiup: piri, taepyeongso, daegeum, danso, saenghwang dan hun. Alat musik petik: kayageum, geomungo, ajaeng, serta haegeum.
Alat musik perkusi tradisional Korea sangat beragam, seperti kwaenggwari, jing, buk, janggu, bak, pyeonjong, dan sebagainya







Tarian
   
Ada perbedaan dalam bentuk tarian antara rakyat kelas atas (tarian istana) dan kelas rakyat biasa. Tarian istana yang umum contohnya jeongjaemu yang dipentaskan dalam pesta kerajaan, ilmu yang dipentaskan dalam upacara Konfusius. Jeongjaemu dibagi dalam jenis yang asli dari Korea (hyangak jeongjae) dan jenis yang dibawa dari Tiongkok (dangak jeongjae). Tarian lainnya adalah tarian Shamanisme yang dipentaskan oleh dukun dalam upacara-upacara tertentu.

Kerajinan Tangan

Kerajinan tangan Korea umumnya dibuat untuk digunakan dalam kehidupan dan kegiatan sehari-hari. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan khas Korea umumnya metal, kayu, kain, tanah liat, kaca, kulit dan kertas.
Artefak kerajinan prasejarah seperti tembikar merah dan hitam memiliki banyak kesamaan dengan tembikar Tiongkok kuno yang ditemukan di sekitar wilayah kebudayaan Sungai Kuning .
Dalam masa dinasti Goryeo, pembuatan kerajinan yang menggunakan bahan perunggu dan kuningan (logam) berkembang pesat. Selain itu dinasti ini juga terkenal akan kerajinan seladon (keramik)yang indah.
Pembuatan kerajinan pada masa Dinasti Joseon berkembang pesat yakni kerajinan keramik, ukiran kayu, serta benda-benda furnitur.Kerajinan tembikar berkembang pesat pada masa Tiga Kerajaan terutama di kerajaan Silla. Untuk membuat seladon (cheongja) berwarna, digunakanlah proses deoksidasi, dimana seladon dibakar dalam tungku yang dibuat khusus. Permukaan seladon dihiasi dengan berbagai ukir-ukiran.
Seladon khas Dinasti Goryeo, yang berwarna giok hijau, sangat terkenal hingga saat ini. Dinasti Joseon juga mengembangkan kerajinan keramik putihnya (baekja). Beberapa dari keramik-keramik ini kini dijadikan harta nasional Korea Selatan.
Hingga saat ini, keramik buatan Korea dikenal sebagai keramik dengan kualitas yang paling bagus di dunia meskipun harganya yang cukup mahal.
I.      Perekonomian Utama Negara Korea
DI TIGA dekade PERTAMA setelah pemerintah Park Chung Hee meluncurkan Rencana Pembangunan Lima Tahun Pertama Ekonomi pada tahun 1962, ekonomi Korea Selatan tumbuh sangat subur dan struktur ekonomi secara radikal berubah. Nyata Korea Selatan bruto produk nasional (GNP) diperluas dengan rata-rata lebih dari 8 persen per tahun, dari US $ 2,3 miliar pada 1962 menjadi US $ 204 miliar pada 1989. Pendapatan per kapita tahunan tumbuh dari US $ 87 pada tahun 1962 menjadi US $ 4.830 pada tahun 1989. Sektor manufaktur tumbuh dari 14,3 persen dari GNP pada tahun 1962 30,3 persen pada tahun 1987. Komoditi volume perdagangan meningkat dari US $ 480 juta pada tahun 1962 ke US $ diproyeksikan 127.900.000.000 pada tahun 1990. Rasio tabungan domestik untuk GNP meningkat dari 3,3 persen pada 1962 menjadi 35,8 persen pada tahun 1989.
Pertumbuhan ekonomi yang pesat dari akhir 1980-an, namun, jauh melambat pada tahun 1989. Tingkat pertumbuhan itu dipotong hampir setengah dari tahun sebelumnya (untuk persen yang masih kuat perkiraan 6,5), tingkat inflasi meningkat sebagai upah melonjak bahkan lebih tinggi, dan ada spekulasi tentang defisit perdagangan kecil di awal 1990-an. Perkembangan ini semua menunjuk perlambatan secara gradual dari perluasan ekonomi cepat jatuh tempo. Namun demikian, juga jelas bahwa permintaan domestik meningkat pesat akan menjaga perekonomian sehat (bahkan dengan drop-off sedikit ekspor), kecuali krisis politik utama adalah untuk mengejutkan negeri.
Faktor yang paling signifikan dalam industrialisasi yang pesat adalah penerapan strategi berwawasan ke luar di awal tahun 1960. Strategi ini sangat cocok untuk saat itu karena anugerah sumber daya alam miskin Korea Selatan, rendah tingkat tabungan, dan pasar domestik kecil. Strategi ini mendorong pertumbuhan ekonomi melalui padat karya ekspor manufaktur, di mana Korea Selatan bisa mengembangkan keunggulan kompetitif. Inisiatif pemerintah memainkan peran penting dalam proses ini. Arus masuk modal asing itu sangat dianjurkan untuk melengkapi kekurangan tabungan domestik. Upaya ini memungkinkan Korea Selatan untuk mencapai pertumbuhan yang cepat dalam ekspor dan peningkatan berikutnya dalam pendapatan.
Dengan menekankan sektor industri, berorientasi ekspor strategi pembangunan Seoul meninggalkan sektor pedesaan relatif terbelakang. Meningkatkan perbedaan pendapatan antara sektor industri dan pertanian menjadi masalah serius oleh 1970-an dan tetap masalah, meskipun upaya pemerintah untuk menaikkan pendapatan usahatani dan meningkatkan standar hidup di daerah pedesaan.
Pada awal 1970-an, bagaimanapun, sektor industri mulai menghadapi masalah sendiri. Sampai saat itu, struktur industri telah didasarkan pada produk nilai tambah dan padat karya rendah, yang menghadapi peningkatan persaingan dan proteksionisme dari negara-negara berkembang lainnya. Pemerintah menanggapi masalah ini di pertengahan 1970-an dengan menekankan pengembangan industri berat dan kimia dan dengan mempromosikan investasi dalam nilai tambah tinggi, industri padat modal.
Transisi struktural untuk nilai tambah tinggi, industri capitalintensive sulit. Selain itu, terjadi pada akhir 1970-an, saat dunia industri sedang mengalami resesi berkepanjangan menyusul guncangan harga minyak kedua dekade dan proteksionisme itu menghasilkan penurunan ekspor Korea Selatan. Pada tahun 1980 perekonomian Korea Selatan telah memasuki masa kemunduran sementara: pertumbuhan negatif tercatat untuk pertama kalinya sejak tahun 1962, inflasi telah meningkat, dan posisi keseimbangan-of-pembayaran telah memburuk secara signifikan.
Pada awal 1980-an, Seoul dilembagakan luas reformasi struktural. Untuk mengendalikan inflasi, kebijakan moneter yang konservatif dan kebijakan fiskal yang ketat yang diadopsi. Pertumbuhan jumlah uang beredar berkurang dari tingkat 30 persen dari tahun 1970-an sampai 15 persen. Seoul bahkan membekukan anggaran untuk beberapa saat. Intervensi pemerintah dalam perekonomian sangat berkurang dan kebijakan impor dan investasi asing diliberalisasi untuk mempromosikan kompetisi. Untuk mengurangi ketidakseimbangan antara sektor pedesaan dan perkotaan, Seoul memperluas investasi dalam proyek-proyek publik, seperti jalan dan fasilitas komunikasi, sambil terus mempromosikan mekanisasi pertanian.
Langkah-langkah ini, ditambah dengan perbaikan signifikan dalam perekonomian dunia, membantu perekonomian Korea Selatan mendapatkan kembali momentum yang hilang di akhir 1980-an. Korea Selatan mencapai rata-rata 9,2 persen pertumbuhan nyata antara 1982 dan 1987 dan 12,5 persen antara 1986 dan 1988. Inflasi dua digit dari tahun 1970-an dikendalikan. Inflasi harga grosir rata-rata 2,1 persen per tahun dari tahun 1980 sampai dengan 1988, harga konsumen meningkat dengan rata-rata 4,7 persen per tahun. Seoul mencapai surplus pertama yang signifikan dalam neraca pembayaran pada tahun 1986 dan mencatat US $ 7,7 miliar dan surplus AS $ 11,4 miliar pada 1987 dan 1988 masing-masing. Perkembangan ini diizinkan Korea Selatan untuk mulai mengurangi tingkat utang luar negeri. Surplus perdagangan untuk tahun 1989, bagaimanapun, adalah hanya US $ 4,6 miliar dolar, dan saldo negatif kecil diproyeksikan untuk tahun 1990.
Pada akhir 1980-an, pasar domestik menjadi sumber peningkatan pertumbuhan ekonomi. Permintaan domestik untuk mobil dan lain barang-barang manufaktur pribumi melonjak karena konsumen Korea Selatan, yang tabungannya telah didukung oleh dua digit upah meningkat setiap tahun sejak 1987 dan yang rata-rata upah pada tahun 1990 sekitar 50 persen di atas apa yang telah mereka berada di akhir tahun 1986 , memiliki perlengkapan yang diperlukan untuk membeli barang-barang mewah untuk pertama kalinya. Hasilnya adalah reorientasi bertahap ekonomi dari ketergantungan terhadap ekspor menuju penekanan lebih besar pada pemenuhan kebutuhan hampir 43 juta penduduk negara. Pergeseran dalam permintaan dan penawaran menunjukkan bahwa restrukturisasi ekonomi sedang berlangsung, yaitu, konsumsi dalam negeri meningkat karena permintaan luar negeri neto jatuh. Di sisi penawaran, pertumbuhan yang lebih besar dalam layanan mencerminkan apa yang orang inginkan - lebih banyak barang, terutama impor, dan jasa banyak lagi.
Pada tahun 1990 ada bukti bahwa tingkat pertumbuhan yang tinggi dari akhir 1980-an akan memperlambat selama awal 1990-an. Pada tahun 1989 pertumbuhan riil hanya 6,5 persen. Salah satu alasan perkembangan ini adalah restrukturisasi ekonomi yang dimulai pada akhir 1980-an - termasuk melambatnya pertumbuhan industri ekspor utama yang tidak lagi kompetitif di pasar dunia (misalnya alas kaki) dan perluasan industri-industri yang kompetitif, seperti elektronik.
Karena populasi meningkat sebesar 2,2% per tahun pada periode yang sama, GNP per kapita secara riil tumbuh pada tingkat tahunan 5,6%, atau meningkat sekitar 9,3 kali. Dari tahun 1953 sampai 1996, produk nasional bruto Korea meningkat dari US $ 2,3 miliar menjadi US $ 480.200.000.000, dengan GNP per kapita naik dari US $ 67 menjadi US $ 10.543, dengan harga saat ini. Selama tahun-tahun perkembangan yang cepat, struktur industri Korea telah drastis berubah. Perekonomian bahwa di masa lalu sebagian besar bergantung pada pertanian saat ini menawarkan sektor manufaktur cukup besar, yang menyumbang lebih dari 25,7% dari PDB Korea pada tahun 1997. Volume perdagangan komoditas mencapai lebih dari US $ 274.900.000.000 pada tahun 1996, berbeda dengan AS $ 477.000.000 pada tahun 1962. Rasio tabungan bruto naik menjadi 34,8% dari 11,0% pada periode yang sama.












BAB IV
Kerjasama antara Indonesia dengan Korea
a)      Kerjasama Sosial Budaya dan Pariwisata
Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Kerjasama Kebudayaan dengan ROK yang ditandatangani pada tahun 2000. MoU di bidang Pariwisata antara kedua negara juga telah ditandatangani tahun 2006. Sebagai tindak lanjut dari kerjasama bidang kebudayaan tersebut, pada tanggal 14-15 Mei 2008 di Yogyakarta diadakan the First Cultural Committee Meeting RI–ROK.
Keberadaan kedua kesepakatan tersebut merefleksikan komitmen kedua negara untuk lebih memperkuat hubungan persahabatan people to people, serta memajukan dan mengembangkan hubungan di bidang-bidang seperti kebudayaan, seni, pendidikan (akademis), ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan masyarakat, olah raga, media massa, informasi, dan kewartawanan serta pariwisata.
Sejalan dengan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat ROK maka potensi wisatawan ROK sangat besar. Berdasarkan data dari Depbudpar, jumlah wisatawan ROK yang berkunjung ke Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami pasang surut karena relatif dipengaruhi oleh sejumlah peristiwa di dalam negeri yang berdampak negatif terhadap industri pariwisata termasuk bencana alam dan flu burung. Tahun 2007 kunjungan wisatawan Korea mencapai 327.843 orang atau berada pada peringkat ke empat setelah Singapura, Malaysia dan Jepang.  (http://www.budpar.go.id/) 
Untuk itu, Indonesia telah memberlakukan pemberian visa on arrival bagi warga negara Korea untuk memudahkan warga negara Korea berkunjung ke Indonesia. Diharapkan Pemerintah Republik Korea juga dapat mempertimbangkan pemberlakuan kebijakan yang sama terhadap warga negara Indonesia.

b)     Hubungan Kerjasama Ekonomi Korea-Indonesia
Indonesia dan korea menjalin hubungan kerja sama yang erat di bidang ekonomi, hubungan ini sangat mengesankan karena pada tahun 2005, volume perdagangan kedua negara ini mencapai 13,2 milyar dolar Amerika, meningkat 32% bila dibandingkan dengan volume perdagangan tahun 2004. Saat ini Korea  merupakan salah satu mitra perdagangan terbesar bagi Indonesia, bersama dengan Jepang, Amerika Serikat, China dan Singapura. Korea juga menginfestasikan dana sebesar 4,5 milyar dolar Amerika di Indonesia dan jumlah itu mencakup 5% dari infestasi luar negeri Korea. Ini berarti bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penanaman modal terbesar Korea, dan diikuti oleh Cina dan Amerika Serikat ¹).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, telah menerima kunjungan kehormatan HE Kim Young-sun, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary) Republik Korea untuk Indonesia. Pada pertemuan ini, Menteri PPN didampingi oleh Sesmen PPN/Sestama Bappenas, Dr. Slamet Seno Adji, MA, dan Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, Ir. Wismana Adi Suryabrata, MIA. Pertemuan diadakan di Ruang Tamu Menteri dan berlangsung dari pukul 14.25 sampai dengan pukul 15.10 WIB.
Menteri PPN menyampaikan ucapan selamat datang kepada HE Kim Young-sun yang baru tiga bulan menjadi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia. Menteri PPN mengharapkan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Republik Korea akan terus meningkat, sebagaimana tercermin terutama pada peningkatan pesat dalam perdagangan dan investasi kedua negara. Menteri PPN mengatakan bahwa Bappenas merupakan salah satu institusi penting yang berperan dalam kerjasama pembangunan Indonesia-Korea, seperti peran Bappenas sebagai ketua Working Group for Policy Support and Development Financing dan sebagai anggota Working Group for Infrastructure pada Working Level Task Force, yang mengadakan pertemuan di Bali pada tanggal 18 Mei, 2011. Menteri PPN juga mengatakan bahwa pada tanggal 27 Juni, 2011 Bappenas telah bermitra dengan Korea Institute of Public Administration pada International Conference on Korean Model of Development, dalam mana Menteri PPN telah menyampaikan suatu Keynote Speech. Menteri PPN juga menyentuh hubungan kerjasama di bidang pertahanan, untuk secara timbal balik dapat berbagi pengalaman dalam bidang teknologi pertahanan.
HE Kim Young-sun menanggapi Menteri PPN mengatakan bahwa ia setuju dengan perlunya peningkatan hubungan antara Indonesia dengan Republik Korea mengingat kedua negara ’share the same democratic values’. HE Kim melanjutkan tanggapannya atas pernyataan Menteri PPN, bahwa sebenarnya Republik Korea belum menganggap dirinya sebagai ’model’ karena negaranya masih menjalankan upaya ’trial-and-error’ untuk memperbaiki ’governance’nya, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi. Mengenai kerjasama di bidang pertahanan, HE Kim Young-sun menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Korea akan mengadakan kunjungan resmi ke Indonesia. Kerjasama Indonesia-Korea juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas upaya untuk memberantas perompak laut (piracy) dan human trafficking.
HE Kim Young-sun juga menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat menghadiri the Fourth High Level Forum on Aid Effectiveness, yang akan diadakan di Busan tanggal 29 Nopember- 1 Desember, 2011. Mengenai pentingnya pertemuan ini, HE Kim menunjuk pada akan hadirnya Chairman of the African Union, Secretary General of the United Nations, dan the Secretary General of the OECD. HE Kim Young-sun menyampaikan bahwa akan ada pembicaraan tentang perlunya perubahan paradigma dari tekanan pada aid effectiveness ke tekanan pada development effectiveness sebagai kerangka upaya yang lebih luas.
HE Kim Young-sun lalu menyampaikan undangan kepada Menteri PPN untuk dapat menghadiri perayaan National Day Republik Korea yang akan diadakan pada bulan September mendatang.





DAFTAR PUSTAKA



















TUGAS GEOGRAFI
BENUA ASIA
KOREA
 

Disusun Oleh:
Nama : Tiya Wulandari
Kelas : XII IPS 6
Absen: 34

SMA NEGERI 7 CIREBON
Jl. Perjuangan Telp. (0231) 482734 Kode Pos 45135 Cirebon