Sunday, November 18, 2012

Cerpen: Cinta yang Terpisah oleh Ruang


Karangan ini milik teman saya

Tema : Ketegaran                           

Cinta Yang Terpisah oleh Ruang

            Suatu malam yang cerah, terlihat dua insan yang sedang bercengkrama di bawah sinar rembulan. “Malam ini indah banget, ya”  ucapku kepada Rama yang sedang duduk di sebelahku. Namun Rama hanya terdiam dan sesekali dia tersenyum membalas ucapanku. Tiba-tiba Rama berkata “malam indah ini gak akan selamanya ada, dan aku gak akan pernah bisa melihat malam seperti ini lagi !”
. Aku marah karena ucapannya. Selama beberapa hari ini sikapnya sangat aneh. “Maksud kamu apa ngomong kayak gitu ?” tanyaku. Rama tidak menjawab tetapi dia menangis yang membuat aku semakin tidak mengerti apa yang dia rasakan saat ini. “Maafkan aku atas semuanya !” jelas Rama. Semakin dia bicara semakin membuat aku marah.
            Keesokan harinya aku pergi ke sekolah seperti biasa. Namun terlihat wajah sedih dibalik senyumanku. “Jelek banget seh mukamu hari ini !” tegur Erni, salah seorang sahabatku. Aku diam tidak menghiraukan ucapannya. Bel pun berbunyi tanda waktunya pulang. Pada hari itu aku meminta Rama untuk menjemputku. Dan seperti biasa, dia mau. Tapi entah mengapa perasaanku sangat tidak enak. Lama aku menunggu kedatangan dia, namun dia tak juga datang. Apa yang terjadi dengannya ? Tiba-tiba handphone ku berbunyi yang ternyata telepon dari saudaraku. “Cepat kamu ke rumah sakit sekarang, karena Rama baru saja kecelakaan”.
            Semenjak kata-kata itu terdengar, aku hanya bisa diam tanpa memikirkan apapun. Sampai aku melihat orang yang aku sayang tertidur dengan penuh luka. Aku menunggu dia tepat di sampingnya. Tanpa menangis tanpa tertawa, aku memandang dia. Berharap keajaiban datang. “please, kamu bangun buat aku, buat orang tua kamu dan buat semuanya yang sayang sama kamu,”kataku. Namun dia tak juga bangun dan tepat saat adzan maghrib berkumandang, Dia menghembuskan nafas terakhir dihadapanku.
            1 bulan setelah kepergian dia, aku masih belum tersadar. Berulang kali aku mencoba untuk mengakhiri hidupku, dari mulai menyiksa diriku tanpa makan, mencoba untuk gantung diri hingga menabrakkan diriku kearah kereta api yang akan melintas.Namun usahaku selalu gagal. “Ini semua salahku !”ujarku dalam hati.
            Aku dan dia berpacaran selama lebih dari 3 tahun, dan pada saat itu aku bepikir untuk apa aku hidup tanpa dia. “Sing eling, sing sabar, Nduk. Menyiksa diri ga akan mengembalikan dia,”ucap Ibuku yang terus meneteskan air mata tanpa henti. “Masa depanmu masih panjang, sobat.” ucap Erni sambil memelukku. Aku sadar dia pergi untuk selamanya, dan menangisinya berarti aku sudah membuat dia tidak tenang di surga.
Kehilangan kekasih untuk selamanya telah membuat jiwaku setengah mati, bagaimana jika kedua orang tuaku yang pergi ?? Tak bisa ku bayangkan hidupku nanti.Aku mengerti kehidupan tidak akan kekal abadi selamanya. Ada saatnya semua makhluk akan mati termasuk aku. Pengalaman yang mengerikan ini telah membuat aku banyak belajar dari semua kesalahanku di masa lalu.
Pesan : semua makhluk akan mengalami kematian tapi kita tidak tahu kapan waktunya. Dan jika kita lebih didahului oleh orang-orang dekat kita, maka kita harus bisa mengikhlaskan. Sebisa mungkin sedikit air mata yang kita buang untuk dia. Karena air mata kita yang masih hidup hanya akan menjadi api untuknya. Perbanyaklah bekal untuk hidup kita nanti, karena bisa saja kita meninggalkan dunia hari ini, besok, lusa atau entah kapan.

No comments:

Sebarkan untuk dunia yang lebih baik